Kebijakan Sawit: Forum Perkebunan & GAPKI Bedah Standar ISPO Internasional

Industri kelapa sawit merupakan salah satu pilar utama ekonomi Indonesia yang memberikan kontribusi devisa sangat besar. Namun, industri ini juga tidak lepas dari berbagai tantangan, mulai dari isu keberlanjutan hingga hambatan dagang di pasar mancanegara. Guna menjawab dinamika tersebut, Forum Perkebunan mengadakan sebuah diskusi tingkat tinggi dengan menggandeng Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Agenda utama dari pertemuan ini adalah untuk melakukan bedah mendalam terhadap kebijakan sawit nasional, khususnya terkait penguatan dan penyelarasan standar ISPO internasional.

ISPO atau Indonesian Sustainable Palm Oil adalah standar wajib yang diterapkan pemerintah untuk memastikan bahwa praktik perkebunan kelapa sawit di Indonesia berjalan sesuai dengan prinsip kelestarian lingkungan dan sosial. Dalam sesi bedah kebijakan yang dilakukan Forum Perkebunan, para ahli menekankan bahwa ISPO harus terus berevolusi agar memiliki keberterimaan yang lebih kuat di pasar global, setara dengan standar internasional lainnya. Pihak GAPKI memberikan masukan strategis mengenai tantangan yang dihadapi para pelaku usaha di lapangan, terutama dalam memenuhi kriteria ketelusuran (traceability) yang semakin dituntut oleh konsumen dunia.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah bagaimana kebijakan ini dapat menjangkau para petani swadaya (petani kecil). Selama ini, kepatuhan terhadap standar berkelanjutan sering kali dianggap sebagai beban biaya tambahan bagi mereka. Melalui platform Forum Perkebunan, diusulkan adanya mekanisme insentif dan pendampingan teknis yang lebih masif agar seluruh rantai pasok sawit, dari korporasi besar hingga kebun rakyat, dapat memenuhi standar ISPO. Keselarasan standar ini sangat penting untuk menepis kampanye negatif dan memastikan bahwa minyak sawit Indonesia diproduksi dengan cara yang bertanggung jawab.

Dukungan dari GAPKI sangat vital dalam proses diplomasi perdagangan internasional. Dengan standarisasi yang semakin ketat dan transparan, Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat saat berhadapan dengan regulasi lingkungan di Uni Eropa maupun Amerika Serikat. Forum Perkebunan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk saling berbagi data mengenai keberhasilan program restorasi gambut, perlindungan biodiversitas, serta peningkatan kesejahteraan pekerja di area perkebunan. Data-data ilmiah inilah yang akan menjadi senjata utama dalam mempertahankan pasar global.