Kualitas benih merupakan aset paling berharga bagi seorang petani, namun seiring berjalannya waktu, vitalitas embrio di dalamnya akan menurun secara alami. Mengenali tanda benih yang mengalami penurunan kualitas sangat penting agar tidak terjadi kegagalan tumbuh saat musim tanam tiba. Benih yang sudah kadaluarsa biasanya kehilangan cadangan makanan yang dibutuhkan untuk proses perkecambahan awal di media semai. Kondisi tersebut membuat benih menjadi tidak layak untuk diteruskan ke tahap penanaman karena hanya akan menghabiskan waktu dan biaya pemeliharaan. Jika dipaksakan lagi ditanam, hasil yang didapat kemungkinan besar adalah tanaman yang kerdil, tidak seragam, atau bahkan mati sebelum sempat mengeluarkan daun sejati.
Salah satu tanda benih yang sudah tidak segar adalah perubahan warna kulit yang menjadi kusam atau munculnya bercak-bercak jamur akibat penyimpanan yang lembap. Benih yang sudah kadaluarsa juga sering kali memiliki tekstur yang rapuh dan mudah hancur saat ditekan dengan jari. Hal ini menunjukkan bahwa jaringan internalnya telah rusak dan tidak layak untuk menyokong kehidupan baru. Petani yang teliti tidak akan membiarkan benih semacam ini lagi ditanam di lahan produktif mereka. Melakukan tes perkecambahan sederhana dengan menggunakan tisu basah dapat membantu memastikan apakah persentase tumbuh benih tersebut masih berada di atas ambang batas standar atau sudah menurun drastis.
Selain ciri fisik, aroma dari benih juga bisa menjadi tanda benih tersebut sudah mengalami kerusakan biologis. Bau apek atau masam menandakan adanya aktivitas mikroba pembusuk pada benih yang sudah kadaluarsa akibat kebocoran kemasan atau suhu gudang yang terlalu tinggi. Benih yang sudah melewati masa simpan optimalnya akan sangat tidak layak digunakan meskipun harga belinya sangat murah atau didapatkan secara cuma-cuma. Mengambil risiko dengan membiarkan benih rusak lagi ditanam hanya akan mengundang serangan hama tanah yang tertarik pada sisa-sisa organik yang membusuk di dalam tanah. Sebaiknya, belilah benih dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tanam saat itu juga untuk menjaga kesegarannya.
Investasi pada benih baru jauh lebih bijak daripada mencoba menghidupkan benih yang sudah mati secara biologis. Memperhatikan tanda benih secara saksama adalah bentuk efisiensi kerja yang nyata di lapangan. Pastikan untuk selalu memeriksa tanggal pengemasan dan masa berlaku yang tertera pada label resmi agar tidak mendapatkan produk yang sudah kadaluarsa. Keberlanjutan usaha tani dimulai dari pemilihan input yang sehat dan tidak layak mengabaikan detail kecil mengenai masa simpan benih. Jangan pernah ragu untuk membuang sisa stok lama daripada membiarkannya lagi ditanam dan merusak target produksi yang telah Anda susun dengan matang. Dengan benih yang segar dan bermutu, masa depan panen Anda akan jauh lebih terjamin dan memuaskan.